Mengungkap Berbagai Mitos Asma Yang Sering Di Bicarakan

Sebagai orang awam sudah pasti banyak mendengar tentang berbagai hal apa saja seperti mitos dan fakta penyakit, sebagian orang ada yang masih mempercayai mitos tersebut tapi ada beberapa orang melakukan beberapa kajian setelah mendengar mitos tersebut.

Sebagai salah satu penyakit yang bayak di derita oleh orang-orang, asma pun tidak luput dari berbagai mitos yang menyebabkan berbagai kesalahpahaman mengenai penyakit asma. Jika berbagai kesaahpahaman ini tidak segera di atasi dengan pejelasan ilmiah yang ada, di takutkan masyarakat yang mendengar mitos tentang asma ini akan melakukan tindakan di luar ketentuan yang seharusnya di lakukan.

Di bawah ini kami telah merangkum berbgai hal mitos seputar asma yang beredar di masyarakat umum, berikut ini penjelasannya :

 

  • Asma adalah penyakit genetik

Mitos tentang asma ini sepenuhnya salah, karena asma dapat di derita oleh siapa saja meskipun tidak ada riwayat penyakit asma di keluarga anda. Karena faktor risiko yang menyebakan asma ada adalah faktor lingkungan.

  • Asma dapat di sembuhkan.

Beberapa orang berpransangka jika asma yang mereka di derita telah sembuh karena mereka tidak lagi merasakan asma itu kambuh kembali, padahal yang sebenarnya asma tersebut berhasil untuk di kendalikan, bukan di sembuhkan. Asma merupakan penyakit kronis yang di picu oleh kelainan patologis yang artinya sifat alergi pada asma akan selalu menetap.

  • Penderita asma sebaiknya tidak berolahraga

Melakukan aktifitas olahraga untuk penderita asma tidak dilarang, namun dengan berbagai ketentuan di dalamnya seperti penderita asma lebih di anjurkan untuk berolahraga di lingkungan yang memilki kelembapan tinggi, karena lingkungan yang kering dapat membuat terjadinya penyempitan saluran napas, dan olahraga renang adalah olahraga yang banyak di lakukan oleh para penderita asma.

  • Inhaler bisa bikin kecanduan

Hal ini sudah pasti salah karena pada dasarnya cara kerja inhaler sama dengan saat kita melakukan aktifitas menggosok gigi, penggunaan inhaler merupakan kebiasaan yang baik untuk mengendalikan asma.

  • Obat steroid berbahaya karena memilki efek samping

Pada dasarnya semua obat memiliki efek samping yang berbeda tergantung jenis dan bahan apa saja yang terdapat pada obat tersebut, begitupun dengan steroid. Steroid untuk penderita asma memilki fungsi sebagai salah satu metode terbaik untuk mengendalikan asma, sehingga steroid banyak di gunakan untuk pengobatan asma karena memilki sifat yang efektif dan aman untuk penderitanya, terlebih jika andamenggunakan steroid dengan dosis yang tidak berlebihan dan sesuai anjuran dokter.

  • Semua orang memiliki gejala asma yang sama

Faktanya, setiap orang memiliki gejala asma yang berbeda. Beberapa gejala asma yang mungkin dimiliki oleh setiap orang akan beragam, di antaranya: sesak dada, mengi, kelelahan, ataupun batuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *