Mengenal Berbagai Jenis Asma Berdasarkan Faktor Penyebabnya


Untuk anda yang memilki masalah kesehatan asma, ada baiknya jika anda mengenal seluk beluk tentang asma seperti obat apa saja yong cocok di gunakan, apa saja pantangan yang harus di jalani, dan yang pasti mengetahui penyebab apa yang sering mengakibatkan asma yang anda derita kambuh.

Asma adalah penyakit kronis yang di sebabkan oleh peradangan  dalam saluran pernapasan yang menyebabkan saluran pernapasan menjadi bengkak dan sensitif, Nah di bawah ini kami akan membagikan berbagai jenis asma berdasarkan pada apa penyebabnya, Mengetahui jenis asma yang berbeda-beda memudahkan kita mengetahui penanganan apa yang tepat di lakukan.

Tujuh Jenis Asma Yang Harus Anda Ketahui.

1.   Asma alergi

Asma karena alergi adalah kasus asma yang paling banyak di temukan, halini terjadi karena asma dan alergi memilki kaitan antara satu sama lain. Rhintis alergi salah satu contohnya, orang-orang yang memilki penyakit ini akan sangat sensitif terhadap alergi, yang mengakibatkan sel-sel imun (kekebalan tubuh) melepaskan histamin sebagai respon terhadap kontak dengan zat penyebab alergi.

Nah karena pelepasan histamin dan bahan kimia inilah yang menyebabkan gejala aleri yang masuk melalui saluran pernapasan. Penderita rhintis akan mengalami hal seperti pilek yang terjadi tiba-tiba, bersin tanpa henti, saluran hidung bengkak, mata berair, dan tenggorokan gatal. Beberapa pemicu asma alergi yang paling umum adalah jamur, debu, tungau, dan bulu binatang.
Obat dengan resep dokter merupakan solusi terbaik untuk mengendalikan alergi agar batuk dan gejala asma lainnya segera mereda.

2.   Asma olahraga

Asma ini kan muncul saat anda melakukan aktifitas olahraga , para penderita asma akan mengalami hal yang membuat saluran pernapasan menyempit pada puncaknya dalam kisaran 5 sampai 20 menit setelah olahraga, sehingga menyebabkan seseorang akan kesulitan untuk bernapas. Kondisi ini kan di awali dengan batuk dan mengi (napas berbunyi).

Solusi terbaik untukmencegah asma kambuh saat berolahraga adalah pastikan untuk menggunakan inhaler terlebih dahulu sebelum anda melakukan aktifitas olahraga apapun.

3.   Asma batuk

Penderia asma jenis ini akan mengalami batuk berat serta parah, yang di sebakan oleh postnasal drip, rhintis kronis, sinusitis, atau pun penyakit refluks asam lambung (GERD atau heartbum).
Untuk asma jenis ini dapat dikatakan cukup sulit untuk di lakukan pengobatan dan terdiagnosis, namun untuk pemicunya sendiri asma jenis ini di akibatkan oleh infeksi saluran pernapasan dan olahraga.

Jika Anda mengalami batuk yang berkepanjangan, segera lakukan pengecekan ke dokter penyakit dalam spesialis paru-paru. Pengobatan yang biasanya dilakukan adalah tes fungsi paru-paru guna melihat kinerja paru-paru Anda.

4.   Asma karena pekerjaan tertentu

Asma ini rentan di alami oleh orang yang bekerja di area konstruksi, peternak hewan, perawat, tuang kayu, petani, dan pekerja lain yang dalam pekerjaan nya terpapar oleh berbagai macam partikel berbahaya seperti paparan polusi udara, zat kimia, asap mesin, dan rokok yang efeknya dapat menimbulkan gejala asma.

5.    Asma malam hari

Asma jenis ini kambuh saat malam hari atau saat anda tertidur, kondisi asma di pengaruhi oleh jam biologis manusia. Penelitinian menunjukan bahwa kematian asma terbanyak di akibatkan oleh asma yang terjadi pada malam hari, hal ini terjadi karena meningkatnya paparan alergen seperti suhu udara, posisi tidur saat berbaraing, atau bisa juga karena produksi hormon tertentu yang mengikuti jam biologis manusia.

Selain itu, umumnya gejala sinusitis dan asma sering muncul di malam hari, terutama apabila tetesan postnasal memicu gejala seperti batuk. Sebagai pencegahan selalu menyediakan obat asma di samping tempat tidur adalah kunci utama untuk mengatasi asma malam hari dan mendapatkan tidur yang berkualitas.

6.    Asma obat

Obat antiradang non steroid (NSAID) dan aspirin di ketehui dapat memperburuk keadaan asma yang dapat berakibat fatal jika tidak di beri penangan yang tepat. Selain itu jika seseorang memilki kesensitifan terhadap obat-obatan tertentu seperti ibu profen, naproxen, dan diclofenac. Juga berpotensi memicu serangan asma, terutama untu seseorang yang pernah mengalami serangan asma sebelumnya.
Untuk pencegahan selalu konsultasikan obat apa saja yang sedang kamu konsumsi  kepada dokter yang menangani, untuk mencegah hal buruk apapun terjadi.

7.   Kondisi lainnya yang bisa memicu asma

Beberapa penyakit berikut ini dapat menyebabkan beberapa gejala yang mirip asma, tapi pada dasarnya mereka bukan asma.

  • Semua jenis mengi sebenarnya bukan asma. Walau dalam kebanyakan kasus, mengi merupakan gejala yang memicu asma.
  • Asma jantung, atau bentuk gagal jantung di mana gejalanya mirip dengan beberapa gejala asma biasa.
  • Disfungsi pita suara.

Selalu jauhi apa saja yang dapat memicu asma kambuh, dan selalu terapkan hidup sehat serta berpikir positive.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *