Ketentuan Diving Untuk Penderita Asma

Ada berbagai hal yang tidak dapat di lakukan oleh penderita asma, termasuk diantaranya menyelam atau bahasa kerenya diving. Namun larangan diving untuk penderita asma masih menjadi perdebatan di kalangan ahli mengenai boleh dan tidaknya serta dampak apa saja yang akan terjadi jika penderita asma menyelam.

Beberapa ahli melarang penderita asma untuk melakukan diving dengan alasan, penderita asma memilki tingkat ke sensitifan jika di bandingkan orang pada umumjnya, hal ini lah yang menjadi perbandingan para ahli karena pernapasan saat berada di dalam laut sudah pasti akan sangat berbeda dengan pernapasan biasa di darat, banyak para ahli khawatir bahwa diving bisa memicu gejala-gejala asma yang mereka derita.

Lalu apa perbedaan bernapas di air dan di darat?

Saat kita melakukan diving, kita akan di beri alat yang kan membantu kita bernapasa di dalam air, yang berupa alat seperti tabung oksigen yang memilki tekanan yang sangat tinggi karena adanya tekanan dalam air, teori menjelaskan jika tekanan udara di dalam air memang lebih padat jika di bandingkan dengan di darat, yang menyebabkan kita harus membutuhkan usaha lebih banyak untuk bernapas dan menghembuskan udara saat di dalam air. Nah setelah kamu naik kepermukaan kembali, paru-paru akan secara otomatis mengembang untuk menurunkan tekanan air untuk bernapas kembali dengan mudah seperti menghirup udara dari sedotan.

Lalu,Kemungkinan apa saja yang akan terjadi jika penderita asma melakukan diving?

Asma dapat kambuh kapan dan dimana saja tanpa menghiraukan waktu dan kondisi yang ada. Nah, inilah yang banyak ditakutkan dan menjadi akar keraguan apakah orang dengan asma boleh diving. Apabila serangan asma kumat waktu Anda berada di bawah air, Anda akan semakin sulit mengambil napas dan memasok udara ke paru-paru. Akibatnya tentu berbahaya, misalnya tenggelam (tidak bisa langsung naik ke permukaan).

Ditambah lagi, ada risiko udara tidak bisa keluar dari paru-paru karena pipanya menyempit atau terhambat. Udara yang terjebak di dalam paru-paru akan semakin meningkatkan tekanan yang sudah cukup tinggi di bawah air. Hal ini bisa berakibat fatal.

Namun, saat ini pandangan tersebut sudah agak bergeser. Buktinya, sudah banyak dokter yang mengizinkan pasien asma untuk mencoba diving. Dengan beberpa persyaratan yang harus di penuhi, di bawah ini kamu akan menjelaskan beberapa ketentuan yang harus di lakukan penderita asma jika ingin melakukan diving.

Beberapa penderita asma boleh melakukan diving, dengan persyaratan pertama wajib untuk mengkonsultasikan hal ini kepada dokter dan harus menjalani tes kesehatan paru-paru dengan rutin, dan pastinya harus mengikuti kursus menyelam bersam instruktur diving profesional sampai tuntas.

Dokter akan melakukan berbagai tes, salah satunya menayakan asma seperti apa yang di idap, seberapa sering frekensi serangan asma terjadi, pengobatan yang di jalani, serta riwayat asma kamu.

Jika asma yang kamu derita ternya di picu oleh olahraga atau suhu dingin, maka dokter akan melarang kamu untuk melakukan diving, karena pemicu ini sangat bisa di temukan saat kamu menyelam. Namun jika asma yang kamu derita di sebakan oleh alergi terhadap seseuatu seperti debu dan bulu kucing, dokter kemungkinan besar akan mengizinkan untuk melakukan diving, karena faktor penyebab tersebut tidak akan di temukan saat kamu menyalam.

Ingat, jangan nekat diving apabila Anda belum berkonsultasi ke dokter, belum lulus dari kursus scuba diving, atau kalau tidak ada orang yang mendampingi Anda saat diving.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *