Cara Mengobati Asma Pada Ibu Hamil

Secara medis asma tidak bisa di sembuhkan, tapi masih bisa di atasi agar gejalanya tidak kambuh, kebanyakan kasus asma terjadi karena cuaca, alergen dan lainnya. Tapi untuk penyebab pada ibu hamil berbeda, penyebab sesak nafas pada ibu hamil terjadi karena 2 hal, pertama ibu hamil akan merasakan sesak nafas pada trimester pertama yang di akibatkan oleh peningkatan hormon progeteron, hormon ini memberi efek untuk menstimulasi otak mengirim pesan agar paru-paru mengambil lebih banyak udara,Lalu selanjutnya sesak nafas terjadi pada trimester terakhir di sebabkan karena rahim mendesak otot di bawah tulang rusuk sehingga mendorong paru-paru.

Jika anda seorang ibu hamil yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit asma, ada baiknya saat anda dinyatakan positive hamil, tanyakan lebih rinci mengenai penyakit asma yang anda derita kepada dokter kandungan yang menangani, untuk mengetahui pantangan apa saja yang bisa menjauhkan dari kambuhnya asma.

Nah setelah anda mengatahui apa saja penyabab asma pada ibu hami, anda bisa menanyakan kepada dokter yang terkait mengenai obat dan tindakan apa saja yang aman untuk si ibu dan juga bayinya. Di bawah ini kamu akan meberi solusi tindakan pengobatan yang dapat dilakukan saat anda menjalani kehamilan seperti yang di jelaskan oleh dr, Adhatma Gunawan :

  • Memilih ahli kesehatan profesional

Jika lebih dari satu professional kesehatan yang terlibat selama masa kehamilan Anda, pastikan mereka dapat berkomunikasi satu dengan yang lain guna pengobatan terbaik. Pilihlah dokter kandungan yang pernah bergabung di yayasan asma atau sudah terbiasa mengobati wanita hamil penderita asma.

  • Kontrol kesehatan paru-paru

Kontrollah paru-paru Anda secara rutin selama masa kehamilan guna memastikan janin Anda mendapatkan oksigen yang cukup. Karena keparahan asma dapat berubah sekitar 2/3 selama masa kehamilan, periksakan kandungan Anda setiap bulannya guna memantau gejala dan fungsi paru-paru. Umumnya dokter akan menggunakan Spirometri atau Peak Flow Meter untuk mengukur fungsi paru-paru Anda.

  • Lakukan pemantauan

Setelah minggu ke-28, lakukan pantauan terhadap pergerakan janin secara teratur ya Bunda. Hal ini sangat penting untuk menanggulangi jika terjadi gejala-gejala yang mungkin dianggap kurang normal.

  • Lakukan pemeriksaan dengan USG

Lakukanlah USG setelah minggu ke-32 kehamilan guna memantau pertumbuhan janin jika asma Anda tidak dikontrol dengan baik. USG juga dapat membantu dokter Anda memeriksa janin setelah serangan asma.

  • Jaga agar asma tidak kambuh

Hindari segala bentuk pemicu asma, seperti asap rokok, atau debu, sehingga Anda dapat mengonsumsi lebih sedikit obat. Kebanyakan wanita memiliki gejala penyumbatan pada hidung yang berhubungan dengan serangan asma. Tak hanya itu Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) yang sering terjadi saat kehamilan, juga dapat memicu terjadinya asma.

  • Jaga dan tingkatkan kesehatan

Jaga dan lindungi diri Anda dari serangan penyakit flu. Segera berikan tubuh Anda vaksinasi flu, baik dalam trimester satu, dua ataupun ketiga. Vaksinasi flu efektif selama satu musim. Vaksin ini juga aman bagi kehamilan dan disarankan bagi seluruh wanita hamil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *